
Hampir sepuluh tahun merintis Pondok Pesantren Ismul Azhom, menjalani ikhtiar pendidikan dan pengkaderan umat. Dalam perjalanan itu, saya menyaksikan secara langsung bahwa tantangan pesantren hari ini tidak lagi bersifat lokal semata. Pesantren dihadapkan pada dinamika zaman yang bergerak cepat, kebutuhan umat yang semakin kompleks, serta tuntutan kebangsaan yang memerlukan kehadiran ulama yang tidak hanya alim dalam ilmu, tetapi juga matang dalam kebijaksanaan dan kepemimpinan.
Dalam konteks itulah, kehadiran dan pergerakan Forum Pondok Pesantren Kabupaten Bekasi (FPP Kab. Bekasi) menjadi sangat relevan dan strategis. FPP Kab. Bekasi menunjukkan dinamika yang sehat: terus bergerak, merangkul, dan mengonsolidasikan pesantren dengan pendekatan yang inklusif dan visioner. Forum ini tidak berdiri di atas satu pesantren, satu kelompok, atau satu kepentingan, melainkan berdiri untuk kemaslahatan bersama seluruh pesantren di Kabupaten Bekasi.
Secara logis, pesantren tidak mungkin berjalan sendiri jika ingin melahirkan kader ulama unggul yang mampu berkiprah di tingkat daerah, nasional, bahkan internasional. Diperlukan jejaring, sinergi, dan sistem yang saling menguatkan. FPP Kab. Bekasi menghadirkan ruang itu: ruang bertukar gagasan, ruang kolaborasi program, serta ruang advokasi agar pesantren semakin diperhitungkan dalam pembangunan sumber daya manusia dan kehidupan kebangsaan.
Yang lebih penting, arah gerak FPP Kab. Bekasi selaras dengan jati diri pesantren: menjaga kemurnian ajaran Islam sekaligus meneguhkan komitmen kebangsaan. Dari Bekasi, kita ingin melahirkan ulama-ulama yang mencintai NKRI, memahami realitas masyarakatnya, dan mampu berdialog dengan dunia global tanpa kehilangan akar tradisi dan akhlak pesantren.
Saya meyakini bahwa bergabung dan aktif dalam FPP Kab. Bekasi bukan sekadar pilihan organisatoris, melainkan panggilan tanggung jawab sejarah. Ketika pesantren bersatu, suara umat menjadi lebih kuat, langkah perjuangan menjadi lebih terarah, dan cita-cita melahirkan kader ulama unggul menjadi lebih nyata.
Karena itu, saya mengajak seluruh pimpinan pondok pesantren, para asatidz, dan seluruh elemen yang peduli terhadap masa depan Islam dan bangsa untuk bersama-sama menguatkan FPP Kabupaten Bekasi. Mari kita bergerak dalam kebersamaan, membangun generasi ulama dari Bekasi yang siap mengabdi untuk umat, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
KH. Nasim Surahman, M.Pd
Pimpinan Pondok Pesantren Ismul Azhom

Tinggalkan Komentar