
Sebagai Ketua Forum Pondok Pesantren se-Kabupaten Bekasi, saya mengajak seluruh pimpinan pondok pesantren, para asatidz, santri, dan keluarga besar pesantren untuk menyambut datangnya Ramadan 1447 H / 2026 M dengan hati yang penuh kegembiraan dan rasa syukur. Bulan yang mulia ini adalah anugerah Allah ﷻ, momentum suci untuk memperbarui iman, memperkuat ukhuwah, dan meneguhkan peran pesantren sebagai benteng akhlak dan penjaga peradaban.
Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)
Ramadan adalah madrasah ketakwaan. Di dalamnya kita mendidik jiwa dengan shiyam, menghidupkan malam dengan qiyam, membasahi lisan dengan tilawah Al-Qur’an, serta memperbanyak sedekah dan amal kebajikan. Rasulullah ﷺ bersabda dalam riwayat Sahih Bukhari dan Sahih Muslim:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barang siapa berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
Pesantren harus menjadikan seluruh fasilitasnya—masjid, ruang belajar, asrama, bahkan setiap sudutnya—sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah Ta‘ala. Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi ruang pembinaan total: pembinaan ruhani, intelektual, dan sosial. Para kiai dan ustadz hendaknya semakin dekat dengan santri, membimbing mereka bukan hanya dengan ilmu, tetapi juga dengan keteladanan dan kasih sayang. Karena dari rahim pesantren inilah lahir generasi pejuang Islam masa depan yang berilmu, berakhlak, dan cinta tanah air.
Rasulullah ﷺ juga bersabda dalam riwayat Sunan Tirmidzi:
الصَّوْمُ جُنَّةٌ
“Puasa adalah perisai.”
Puasa menjadi perisai dari dosa, dari perpecahan, dan dari lemahnya iman. Maka Ramadan harus menjadi momentum mengokohkan keluarga besar pesantren, mempererat persaudaraan umat, serta meneguhkan komitmen menjaga Islam dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pesantren adalah penjaga moral bangsa dan perekat persatuan.
Mari kita sambut Ramadan dengan suka cita, menghidupkannya dengan ibadah yang sungguh-sungguh, dan menjadikannya titik tolak kebangkitan ruhani. Semoga Allah ﷻ menjadikan pesantren-pesantren kita sebagai cahaya bagi Bekasi, bagi Indonesia, dan bagi umat Islam seluruhnya. Aamiin.
KH. SURYADI ZAINI. SE
Ketua Umum Forum Pondok Pesantren Kab. Bekasi